"BERSAMA ANDA MEMBANGUN EKONOMI DAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NUSA TENGGARA BARAT"

Talk Show: “Harmonisasi Pelaksanaan Kebijakan Fiskal Tahun 2017 di Provinsi NTB”

16425858_185248065290488_2775917482567659780_n

Mataram- Kepala Kanwil DJPB Provinsi  NTB, Taukhid, hadir di Studio TVRI Stasiun Mataram, Senin (30/01/2017) sebagai salah seorang narasumber bersama Kepala BPKAD Provinsi NTB, H. Supran dalam program acara BERUGAK yang disiarkan secara live oleh TVRI pada pukul 19.00 Wita-20.00 Wita. Acara ini juga terasa istimewa karena masih dalam suasana peringatan HARI BAKTI PERBENDAHARAAN Tahun 2017, sehingga di Kanwil DJPB Provinsi NTB diadakan acara Nonton Bareng terkait Talk Show ini. Dalam bincang-bincang mengenai pelaksanaan kebijakan fiskal khususnya  realisasi belanja pemerintah (APBN/APBD) ini,  Taukhid  menjelaskan secara gamblang tentang besaran dana dari pemerintah pusat yang mengalir ke Provinsi Nusa Tenggara Barat. Selain besaran dana yang mengalir ke daerah ini, Taukhid juga membeberkan permasalahan terkait serapan dana oleh Satuan Kerja khususnya pada tahun 2016. Pada tahun 2016, trend serapan dana oleh Satuan Kerja menunjukkan fenomena yang menarik. Serapan dana tahun 2016 jika dibandingkang dengan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok khususnya jika dilihat dari aktifitas penyerapan dana dimana mulai awal Januari 2016 penyerapan sudah mulai bisa digenjot diawal tahun. Hal ini tak lepas dari upaya keras Kantor Wilayah DJPB Provinsi NTB yang melakukan beberapa terobosan untuk mendukung dimulainya penyerapan dana APBN diawal Tahun Anggaran. Salah satu terobosan yang dirasa cukup efektif adalah penyampaian “SURAT CINTA” kepada seluruh Kuasa Pengguna Anggaran yang mengelola dana APBN di Provinsi NTB.  Surat ini adalah bentuk komunikasi  sekaligus monitoring evaluasi yang dilakukan oleh Kanwil DJPB Provinsi NTB untuk mengingatkan para Kuasa Pengguna Anggaran agar lebih aware dengan dana yang ada didalam pengelolaannya. Dalam acara bincang-bincang santai ini, ternyata beberapa pemirsa  TVRI di rumah yang diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau urun rembug diskusi juga menyoroti permasalahan penyerapan dana yang seolah-olah telah menjadi kebiasaan dari tahun ketahun bahwa penyerapan dana itu menunjukkan kenaikan yang sangat tajam ketika bulan-bulan terakhir Tahun Anggaran akan berakhir. Bahkan seorang pemirsa TVRI sampai mempertanyakan apakah ada indikasi kesengajaan dari pihak-pihak tertentu dengan fenomena ini. Selain itu pemirsa juga menyampaikan statement menarik bahwa dengan penyerapan yang hanya tinggi diakhir Tahun Anggaran untuk pelaksanaan sebuah pekerjaan, kualitas dari pekerjaan itu patut untuk dipertanyakan. Menanggapi hal ini, baik Taukhid maupun Supran menyampaikan bahwa memang banyak faktor yang menyebabkan terjadinya serapan yang selama ini tinggi diakhir Tahun Anggaran, salah satu yang dicontohkan adalah adanya jenis-jenis pekerjaan tertentu yang menurut time schedulnya memang tidak bisa dilaksanakan diawal Tahun Anggaran. Petunjuk-petunjuk teknis dari K/L  untuk pelaksanaan DIPA yang telah terbit  dan sederet permasalahan administratif juga terkadang menjadi faktor penghambat bagi cepatnya penyerapan dana mulai dari awal Tahun Anggaran. Namun demikian untuk pekerjaan-pekerjaan yang memang dari awal tahun sudah bisa di eksekusi, baik Taukhid maupun Supran kompak menyatakan seharusnya memang pekerjaan-pekerjaan itu secepatnya dilaksanakan dan dilakukan pembayaran tanpa menunggu akhir Tahun Anggaran. (ben)