"BERSAMA ANDA MEMBANGUN EKONOMI DAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NUSA TENGGARA BARAT"

Kanwil DJPBN Provinsi NTB Menerima Kunjungan World Bank ICR Report Mission on SPAN Project

IMG_7742-world bank

Implementation Completion and Results (ICR) Report Mission April 18 – 19, 2016 at Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB.

Penerapan Sistem SPAN secara menyeluruh di wilayah kerja Kanwil Provinsi NTB pada Februari 2015 lalu telah berlangsung dan genap mencapai satu siklus tahun anggaran. Sepatutnya pelaksanaan penerapan tersebut mendapat reviu semestinya, mengingat berbagai permasalahan sepanjang implementasi tersebut dapat dihindari.

Dalam pada itu, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB, Taukhid beserta jajaran Eselon III menerima kunjungan World Bank ICR Report Mission on SPAN Project. Tim World Bank dipimpin oleh Mr. Bernard Myers (Senior Public Sector Specialist). Turut bersama dalam tim Hari Purnomo (Senior Public Sector Specialist), Ms. Hannah Kim (Profesional Muda dari Kantor Pusat World Bank, Washington), dan Ms. Lina Lo (Konsultan World Bank). Kedatangan tim World Bank didampingi oleh Tim Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang terdiri atas Dr. Bobby AA Nazif (Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang IT) sebagai Ketua Tim, Moch Ali Hanafiah (Kasubdit Pengelolaan Sistem Informasi Eksternal, Dit SITP), Eko Sulistijo (Kasubdit Pengelolaan Transformasi Teknologi Informasi, Dit SITP), Sulistiyono (Kasi Publikasi dan Komunikasi Sistem Informasi, Dit SITP) dan Undip Yutoto Adi.

Dalam kunjungan tersebut, Tim World Bank memperoleh presentasi tentang pengalaman dan pembelajaran, mulai dari sejarah perkembangan sampai dengan rollout serta permasalahan selama implementasi SPAN di Provinsi NTB yang masih sering menjadi kendala. Diskusi dilaksanakan di Ruang Rapat Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB dan berlangsung selama 2,5 jam yang dimulai dari pukul 15.00 sampai dengan 17.30.

Pada presentasinya kepada Tim World Bank dan Tim Kantor Pusat Kementerian Keuangan, yang bertajuk “Another Evaluation For World Bank ICR Report Mission”,  Taukhid menyampaikan beberapa poin penting keterbatasan cakupan sistem SPAN, masa implementasi dan reviu mulai dari jadwal pelaksanaan, pelatihan untuk persiapan, implementasi dan proses produksi, sampai dengan significant issues beserta beberapa konsekuensinya seperti perlunya pembuatan beberapa fitur baru untuk mendukung kegiatan monitoring harian, proses rekonsiliasi, penerbitan laporan, dan lain lain seperti OM-SPAN, SAIBA, SAKTI, Konek SPAN untuk menjembatani antara Executing Agency dan sistem span yang ada di bendahara umum negara.  Taukhid juga menekankan, “saya tidak ingin anda membawa ini (implementasi SPAN, red) ke negara lain dan negara lain mengalami hal yang sama seperti di Indonesia”.

IMG_7730-worldbank

Dalam kesempatannya Hari Purnomo menanyakan awal sejarah SPAN kepada Taukhid dalam kapasitas dan pengalamannya sebagai orang yang mengetahui inisiatif dan pembentukan GFMRA Project sejak akhir tahun 2002.  Menjawab pertanyaan tersebut, Taukhid menyatakan “SPAN is a small thing in the universe”, ujarnya singkat. Pada kesempatan yang sama Tim World Bank meminta konfirmasi tentang kedudukan sistem MPN G2 terhadap peningkatan performance SPAN. Menyikapi permintaan tersebut, Taukhid tidak mengamini begitu saja hal yang sama juga dilakukan oleh Dr. Bobby Nazif. Menurut keduanya MPN G2 adalah suatu sistem yang berdiri sendiri di luar SPAN dan dibangun untuk menyediakan kemudahan dan fleksibilitas bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak dan kewajiban-kewajiban keuangan lainnya kepada negara dimanapun, dan kapanpun.(pn/tim media)